Rabu, 21 Januari 2015

Kerinduan

sebenarnya benci juga setelah gue melihat seluruh isi beranda abang gue. di tahun sebelum aku ada dan dia mengenalku ada mantannya juga disana. juga abangku menyingung-nyinggung mantannya itu. dan gue cemburu dan benci.

gue sama dengan perempuan lain pada umumnya. gue ingin jadi satu-satunya untuk hidupnya kini. tapi gue sadar ada yang lain sebelum gue hadir. huft, begitu harmonisnya abang gue. seandainya hingga sekarang itu keharmonisan itu terjadi. pasalnya sekarang nggak ada komunikasi di hubungan ini. sedih dan menyiksa.

gue masih tetep berkeyakinan bahwa cinta untukku masih ada di bagian hidupnya. betapa egoisnya jika abang memperlakukan ini kepada gue. serasa jadi kekasih yang terlantar. namun gue bersyukur, gue cukup kuat menghadapinya. seandainya terasa berat, air mata mampu meringankannya.

abang, bilakah engkau mau memenuhi keinginanku.
aku butuh perhatiaanmu. katakan sesuatu sehingga aku merasa berarti untukmu.
abang, ini terasa berat dan meletihkan karena merindukanmu..

Sabtu, 10 Januari 2015

kejutan malam minggu

krin, handphonku berbunyi, tanda ada pangilan masuk. Mas Dika. ada apa gerangan diamencariku. seramah mungkin aku mennerima pangilannya. jika mengingat semuanya terasa pahit saat nama itu muncul. sakitnya benar-benar tak tertahankan.

tik tok tiktok, bincang-bincang kita berlangsung  sekitar sepuluh menit saja. setelah itu tut pangilan diakhiri. entahlah. siapa pula yang peduli. mungkin dia atau aku?  seketika hatiku benar-benar resah. kenapa dia muncul lagi. tahukan  dia, semuanya akan membuat lukaku kembali lagi.

handphoneku bergetar lagi, sebuah pesan singkat tertera dilayarnya. dari orang yang telah mengakhiri pangilannya setelah aku buka isi pesan itu. ' pulsanya habis dek' katanya. aku balas pesan itu. pesan balasan datang, aku balas lagi datang lagi dan balas lagi.

hatiku bergejolak. untuk apa aku menjawab seluruh pesan-pesannya. sayangnya begitu berat untuk mengakirinya. aku sadar ini akan membuat kelukaan yang kian parah. seberapapun besarnya cintanya kepadaku dan cintaku kepadanya, aku tak akan mungkin terpilih mmenjadi wanita satu-satunya dihidupnya. buah cintanya telah hadir, dan aku bakal menjadi persingahannya.

aku punya hati sampai saat ini. menuruti apa maunya akan semakin menyakitkan untukku. lagipula ada balasan yang menantiku jika terus seperti itu. ah, terkadang aku nggak bisa menahan diriku sendiri. tapi aku harus bisa. namun ternyata nggak bisa juga.

ada seseorang yang kini bersemanyam di lubuk hatiku. aku bisa melupakan penelpon hari ini karena abang ku. namun sayangnya dia sangat jauh denganku. seluruh pesanku nggak ada yang dia balas. itu membuatku semakin terpuruk.

semakin bertambah masaku di dunia ini, semakin rumit gejolak batin yang ku hadapi. tiada tempat untuk mencurahkan isi hatiku yang kelabu ini. begitu banyak alasan untuk tidak mengatakannya pada siapapun. terkadang aku tidak mampu memikulnya sendiri. bertahan dengan keadaan yang seperti ini adalah jalan satu-satunya serta berharap semuanya membaik kepada Yang Maha Kuasa. ya Tuhan adalah satu-satunya penolongku.